RSS Feed

Funny Picture about Sports

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori:















































Selengkapnya......

Sejarah Nama Negara "Indonesia"

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori: ,

Banyak sekali nama yg diberikan untuk tanah air kita tercinta ini..yang akhirnya ditetapkan nama untuk tanah air kita adalahINDONESIA” ..

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh.Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel “On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations“. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians“.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel “The Ethnology of the Indian Archipelago“. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilahIndonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical termIndonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago “.

Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku “Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel” sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang mem-populerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam “Encyclopedie van Nederlandsch-Indië” tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Nama Indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch (Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan Indonesiër (orangIndonesia).

Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau PerhimpoenanIndonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:

“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami namaIndonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orangIndonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”

Di Indonesia Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai KomunisIndonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda menolak mosi ini.

Dengan pendudukan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlah RepublikIndonesia.

Sumber: Blog Menarik

Selengkapnya......

10 Tempat Yang Paling Tidak Ingin Kita Kunjungi

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori:

Bagi anda-anda yang hobi travelling berpikirlah 2 kali jika anda ingin mengunjungi tempat-tempat ini

1.Ilha de Queimada Grande, Brazil



Hampir selatan dari jantung Sao Paulo adalah Ilha de Queimada Grande(Pulau Ular). Pulau ini sama sekali tak tersentuh pembangunan so, jangan harap kalian akan menemukan penginapan disana kecuali kalian mau tinggal di sarang ular. Para peneliti memperkirakan bahwa ada 2 hingga 4 ekor ular setiap meter persegi.

2.The Zone of Alienation, Eropa Timur



Zona yang diasingkan 30 Km dari daerah bencana reaktor nuklir Chernobyl yang dikelola oleh Ukrainian Ministry of Extraordinary Situations (Emergencies). Jika anda datang kesana mungkin anda akan keracunan radiasi or ditembak di tempat oleh polisi setempat. polisinya kuat-kuat loh.

3.Mud Volcanoes of Azerbaijan



Pada musim semi tahun 2001, aktivitas gunung berapi di bawah Laut Kaspia lepas pantai Azeri membuat sebuah pulau baru. Pada bulan oktober 2001 terjadi letusan gunung berapi yang menakjubkan di Lokbatan, Azerbaijan. Tapi Azerbaijan tidak memiliki gunung berapi aktif tunggal. Mereka hanya memiliki gunung berapi lumpur, memang sih gunung berapi lumpur itu nggak amat berbahaya, tapi gimana jadinya jika anda berada disana pada waktu yang salah?? setiap dua puluh tahun atau lebih, gunung berapi lumpur meledak dengan kuat dan dalam ledakan api dengan mudah dapat dilihat dari 15 mil dari lokasi ledakan.

4.Yungas Road, Bolivia



Jalan Yungas Utara (Road of Dead, 61 kilometer (38 mil) atau 69 kilometer (43 mil) jalan yang mengarah dari La Paz untuk Coroico, 56 kilometer (35 mil) timur laut La Paz di kawasan Yungas dari Bolivia.itu legendaris untuk bahaya ekstrim dengan estimasi yang menyatakan bahwa 200-300 wisatawan tewas tahunan sepanjang itu. jalan salib menandai mencakup banyak tempat di mana kendaraan telah jatuh. jalan dibangun pada tahun 1930-an selama perang chaco oleh tahanan paraguay. ini adalah salah satu dari beberapa rute yang menghubungkan daerah hutan hujan amazon bolivia utara, atau yungas, ke ibukota provinsi. karena dropoffs ekstrim minimal 600 meter (2.000 kaki), lebar jalur tunggal - sebagian besar jalan tidak lebih lebar dari 3,2 meter (10 kaki) dan kurangnya penjaga rel, jalan sangat berbahaya. lebih jauh masih hujan, kabut dan debu bisa membuat genting visibilitas. di banyak tempat permukaan jalan berlumpur, dan dapat melepaskan batu dari jalan.

5. Ramree Island, Burma



pulau ramree di burma adalah rawa besar rumah bagi 1000 buaya air asin yang sangat besar, paling mematikan di dunia. juga rumah untuk membawa nyamuk malaria, dan kalajengking berbisa. selama perang dunia kedua, pulau itu adalah tempat pertempuran enam minggu dalam kampanye burma. di sini adalah gambaran dari salah satu malam-malam mengerikan: "bahwa [malam 19 februari 1945] adalah yang paling mengerikan bahwa setiap anggota M.L [Motor Launch] alami. tembakan senapan tersebar di rawa gelap gulita tertusuk oleh jeritan orang terluka di rahang reptil yang besar, dan kabur mengkhawatirkan bunyi buaya berputar membuat hiruk-pikuk dari neraka yang ada di bumi. di waktu pagi burung bangkai datang untuk membersihkan apa yang buaya telah tinggalkan . dari sekitar 1.000 tentara jepang yang memasuki rawa ramree, hanya sekitar 20 yang ditemukan masih hidup."

6.Asbestos Mine, Canada



alamat
: tambang thetford, quebec,Canada

asbes kanada adalah serangkaian enam mineral silikat alami yang sangat berharga untuk ketahanan mereka untuk kemampuan penyerapan api dan suara . pada downside, hal ini menyebabkan kanker dan berbagai penyakit lainnya. itu sangat berbahaya, serikat eropa telah melarang semua pertambangan dan penggunaan asbes di eropa. tetapi, bagi mereka yang cukup penasaran untuk ingin dekat dengan barang-barang itu, semua tidak hilang. di canada di tambang thetford, anda dapat mengunjungi sebuah lubang asbes tambang besar terbuka yang masih sepenuhnya operasional. pekerja di tambang tidak diharuskan memakai apapun perlindungan pernapasan, dan dalam beberapa bagian dari kota terdekat, daerah pemukiman melawan tumpukan limbah asbes. tambang tersebut menawarkan wisata lingkungan bus mematikan selama bulan-bulan musim panas. tiket bebas (yang anda harapkan untuk menjadi cara lain?). jika anda memutuskan untuk mengunjungi, jangan lupa pakaian pelindung anda.

7. Alnwick Poison Gardens, England



alamat: jalur Denwick, Alnwick, NE66 1YU, England

terinspirasi oleh kebun botani di padua, italia (taman botani pertama yang diciptakan untuk tanaman obat dan beracun di tahun 1500-an), taman racun alnwick adalah taman yang ditujukan sepenuhnya untuk tanaman yang dapat membunuh. banyak tanaman tumbuh tanpa disadari di kebun belakang, dan mereka yang tumbuh di pedesaan british, serta varietas yang lebih istimewa. nyala api berbentuk tempat tidur berisi belladonna, tembakau dan mandrake. taman alnwick memiliki izin rumah kantor untuk tumbuh beberapa tanaman yang sangat khusus yaitu, ganja dan koka yang ditemukan di balik jeruji dalam sangkar raksasa - untuk alasan yang jelas.

8.The Door to Hell, Turkmenistan




alamat: Derweze, Turkmenistan
Ketika pengeboran di Derweze di Turkmenistan pada tahun 1971, ahli geologi menemukan sebuah gua bawah tanah yang penuh dengan gas alam. Tanah di bawah rig pengeboran runtuh, meninggalkan lubang besar dengan diameter sekitar 50-100 meter. untuk menghindari pembuangan gas beracun, para ilmuwan memutuskan untuk membakar lubang. geolog berharap api akan keluar dalam beberapa hari tetapi telah terbakar sejak itu. memiliki nama gua Door to Hell. seperti yang anda lihat dari gambar di atas, ini adalah salah satu neraka dari sebuah tempat, tapi jelas yang anda tidak ingin dikunjungi.

9.Izu Islands, Japan



Pulau Izu adalah sekelompok pulau vulkanik peregangan selatan dan timur dari semenanjung Izu Honshu, Jepang. Mereka membentuk dua kota dan enam desa; semua bagian dari Tokyo. yang terbesar adalah Izu Ōshima, biasanya disebut hanya Ōshima. Karena sifat vulkanik mereka, pulau-pulau yang terus-menerus diisi dengan bau belerang (sangat mirip dengan ribuan bau kentut ). Penduduk diungsikan dari pulau-pulau pada tahun 1953 dan 2000 karena aktivitas vulkanik dan gas berbahaya tingkat tinggi . Orang-orang kembali pada 2005, namun sekarang diminta untuk membawa masker gas setiap saat.

10.Great Pacific Garbage Patch, Samudra Pasifik



The Great Pacific Garbage Patch, juga dideskripsikan sebagai pusaran sampah pasifik. Diklaim lebih besar daripada satu benua, namun ukuran yang tepat tidak diketahui dengan pasti.

Selengkapnya......

Penemuan Jenglot di Pantai Jimbaran Bali

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori:


Warga pantai Labuan Sait Pecatu, Jimbaran, Bali dihebohkan oleh penemuan sepasang makam misterius diantara karang pantai.

Makam tersebut ditemukan pertama kali oleh petugas Bala Wista Labuan Sait Pecatu Jimbaran saat sedang memantau pantai dari atas bukit karang, Jumat 7 Mei 2010. Saat menoleh ke samping kiri, petugas itu curiga dengan gundukan misterius yang ternyata adalah makam.

Setelah makam tersebut digali, warga menemukan tiga buah benda yakni berupa putri duyung rambut panjang berukuran kecil dan dibungkus dengan kain putih dan dua lagi berupa jenglot dengan posisi tidur dan bersila dengan panjang masing-masing sekitar 40 centimeter (cm).

Sementara, di sekitar lokasi penemuan makam tercium aroma wangi yang bercampur bau mayat.

Bendesa adat Pecatu, I Wayan Rebong mengatakan penemuan ini merupakan kejadian pertama kali di wilayahnya sehingga akan memusyawarahkan terlebih dahulu dengan warganya jika harus menghanyutkannya ke laut.

”Ini pertama kali di desa kami. Apakah akan dihanyutkan ke laut atau tidak kita musyawarahkan dulu dengan warga. Sementara ini mayat-mayat tersebut kita letakan di tempat penemuannya dan menunggu hasil,” ujarnya.

Penemuan makam misterius ini pun membuat wisatawan yang menikmati liburannya merasa terganggu.

hiiih... ngeri banget ya. Apa mungkin udah ada yang jadi korban???

Selengkapnya......

Lagu Isabella Menghina Islam

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori: ,

Ini bukan karena produk malaysia, tapi ini sebuah Fakta. Lagu Isabella yg populer di tahun 90an dan sekarang masih juga populer ternyata penuh kontroversi. Lagu ini sebenarnya tidak lebih dari prasasti kepiluan Umat Islam Andalusia (Spanyol), setiap alunan lagu ini adalah seperti membuka kembali kepedihan yang pernah dialami umat Islam di wilayah Granada (Spanyol bagian Selatan) di akhir abad 15 tersebut, mendengar lagu ini adalah seperti memaksa kita untuk mengingat-ingat terus akan penderitaan Umat Islam Andalusia pada waktu itu, lirik lagu ini seakan ingin mengabadikan ‘kemenangan besar’ kaum Katholik atas kaum Muslimin disana.,
judul lagu ini bahkan seperti sedang menyanjung sang aktor intelektual dibalik peristiwa bengis yang dialami umat Islam waktu itu, yaitu Ratu Isabella.

Sejarah mencatat, pemusnahan etnis dan agama pertama dan terbesar di Eropa terjadi ketika Isabella I (Ratu Castile) dan suaminya, Ferdinand V (Raja Aragon) berhasil menggulingkan pemerintahan Sultan Muhammad XII (Kesultanan Islam terakhir di Granada) pada 2 Januari 1492 M., sejak saat itu, runtuhlah kejayaan Islam di Andalusia setelah bertahan selama lebih dari 8 abad, dan dimulailah abad kegelapan bagi Umat Islam Andalusia.

Dibawah kendali Isabella dan suaminya (Ferdinand) umat Islam Granada diberikan 3 pilihan yang sulit, pertama- masuk agama mereka (Katholik), kedua- Keluar dari Tanah Air (Andalusia), Ketiga- kalau tidak mau keduanya (masuk katholik dan keluar Andalusia) akan dibunuh dengan cara dibakar, beberapa diantara kaum Muslimin, demi kelangsungan hidupnya lebih memilih opsi pertama (masuk Katholik), akan tetapi paling banyak adalah yang mempertahankan keislamannya, meskipun harus terusir dari tanah airnya, meskipun harus mati terpanggang, akibatnya bisa ditebak, ribuan Muslim meninggal baik karena dibakar maupun karena kelaparan didalam perjalanan keluar dari tanah airnya, dan ratusan ribu yang lainnya terusir dan kemudian tinggal disekitar pantai Utara Maroko dan Tunisia (Afrika Utara) dan sebagian wilayah Turki.

Tidak itu saja, semua masjid di Granada kemudia dialih fungsikan menjadi gereja katholik, termasuk Masjid Kordoba yang megah itu, yang sejak saat itu berubah menjadi Gereja Santa Maria de la Sed, perpustakaan-perpustakaan Islam dikeluarkan isinya, kemudian ratusan ribu buku-bukunya dibakar habis, maka peradaban Islampun hilang dari bumi Andalusia (Spanyol) hingga saat ini, yang tersisa hanya cerita-cerita tentang kejayaan Islam zaman dahulu melalui peninggalan-peninggalan yang masih ada seperti istana Al-Hambra dan masjid Kordoba yang tersohor seantero dunia tersebut.

Perhatikan dengan seksama reffrent lagu Isabella tersebut :

Reff:
Dia isabella, lambang cinta dan prahara
Terpisah karena adat yang berbeda
Cinta gugur bersama daun-daun kekeringan

Lambang Kekuatan Cinta Isabella dan Ferdinand yang mempersatukan dua kerajaan Katholik besar (Castile dan Aragon), yang akhirnya bisa menggulingkan pemerintahan Islam Granada yang sudah bertahan 8 abad lebih, namun darinya kemudian menimbulkan prahara kemanusiaan yang hebat bagi kaum Muslimin Granada.

Kaum Muslimin Granada harus berpisah dengan Tanah airnya hanya karena agama yang berbeda dengan penguasa baru Granada (Isabella dan Ferdinand).

Cinta mereka (Isabella dan Ferdinand) jatuh bersama kaum Muslimin yang mati kelaparan karena terusir dari Tanah Airnya maupun karena mati terbakar laksana daun-daun kekeringan.

Jadi masihkah kita ingin mendengar lagu tersebut, akankah kita biarkan anak-anak kita menyanyikan lagu kemenangan Isabella atas penderitaan kaum muslimin Granada tersebut, jawaban selanjutnya ada pada anda sendiri??

Sumber: Keunikan Dunia

Selengkapnya......

10 Hewan Unik Secara Evolusioner

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori: ,

Berikut adalah top 10 hewan unik secara evolusioner.
Dengan menggunakan scientific framework untuk mengidentifikasi spesies2 dunia yang paling Evolutionarily Distinct and Globally Endangered (EDGE).

10. Pygmy hippopotamus



Kudanil Pygmy adalah hewan penyendiri yang hidup di Afrika Barat (kok mirip aku ya??). Hewan ini sangat pemalu dia menghindari orang-orang bahkan rekan-rekan sekudanilnya. Kudanil Pygmy biasa mencari makan disaat hari mulai gelap/malam.

9. Attenborough’s long-beaked echidna



Hewan ini merupakan satu dari tiga spesies dari genus Zaglossus yang ada di New Guinea. Hewan pemakan semut ini memperoleh namanya dari Sir David Attenborough

8. Bactrian camel



Hewan ini dapat mencapai tinggi 7 kaki (2,1336 meter) dan memiliki berat 1.500 pounds (680,4 kg). Unta ini sedikit unik karena ketebalan kulitnya selalu berubah sering dengan perubahan musim. Bacterian camel terancam punah karena kehilangan habitat hidupnya.

7. Yangtze River dolphin



Biasa disebut Baiji adalah lumba-lumba air tawar yang hanya ada di sungai Yangtzhe, RRC. Mereka divonis sebagai hewan langka kritis. Menurut fosil yang ditemukan, lumba2 ini pertamax muncul 25 juta tahun yang lalu dan bermigrasi dari Samudera Pasifik ke Sungai Yangtze 20 juta tahun yang lalu. Harusnya dilindungi nih karena lumba-lumba ini kan saksi sejarah bumi.

6. Slender loris



Kukang ini berukuran kecil, hidupnya nocturnal , dan hanya ditemukan di hutan hujan di India Selatan dan Sri Lanka. Kukang ini banyak diburu untuk dijadikan peliharaan pribadi. Kasihan banget ya

5. Hirola antelope



Antelop (kijang) Hirola beberapa waktu terakhir ini telah menjadi sangat langka, dengan populasi tinggal 400 ekor. Biasa disebut "Antelop Bermata Empat".

4. Bumblebee bat



Kayak nama Autobot ya hehehe. Dinamakan Bumblebee karena ukurannya memang seukuran Bumblebee(tawon).

3. Golden-rumped elephant shrew



Hewan ini seukuran dengan seekor kelinci kecil dan hanya ditemukan di pantai Arabuko Sokoke National Park, di utara Mombassa, Kenya. Hewan banyak diburu karena dagingnya

2. Hispaniolan solenodon




Hewan ini hanya ditemukan di kepulauan Hispaniola, yang wilayahnya terbagi atas wilayah negara Haiti dan Republik Dominika. Sekarang hewan ini mungkin hanya bertahan hidup di dua tempat di Republik Dominika: Jaragua and Del Este National Park dan La Visite National Park, yang bersebelahan dengan Haiti.

1. Long-eared jerboa



Hewan ini mirip seperti tikus. Saking langkanya, hewan ini dinyatakan sebagai satu2nya anggota dari genus Euchoreutes dan subfamily Euchoreutinae.

sumber: keunikan-dunia

Selengkapnya......

Pemburu Onitu Ep1

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori:

Saya akan berbagi pengalaman saya sebagai pemburu onitu(hantu) kepada para pembaca sekalian(uwissss formal banget ya).
Hari itu kamis tanggal dan bulan sudah lupa(sorry ya v(^_^)) tahun 2010 kami para pemburu onitu untuk kali pertama melaksanakan perburuan. Hari itu kami mengambil 2 lokasi yakni di Viber(Vila Berdarah) salah satu vila yang sudah tak dihuni lagi dan TPU Punggolaka. Di lokasi pertama kami merasakan hawa gaib yang cukup kuat(suasananya juga mendukung sekali), kami mengeksplor sudut demi sudut vila tersebut tapi kami belum mendapatkan onitu. Kami mencoba memeriksanya kedalam tapi kami hanya menemukan ranjang disitu kami mulai berpikir mungkin saja Viber digunakan sebagai tempat berzinah. Cukup sampai disitu kami mulai memeriksa basementnya, di basement kami mulai merasakan hawa-hawa gaib yang sangat kuat tapi tetap saja kami belum mendapatkan onitu.
Puas di Viber kami melanjutkan perburuan kami ke TPU Punggolaka. Sama seperti di Viber kami juga mengeksplor berbagai sudut pekuburan tersebut. Dari kuburan cina hingga kuburan biasa kami belum mendapatkan onitu hingga kami memilih untuk beristirahat di ronda dekat kuburan. Ketika kami mulai duduk salah satu anggota kami kelihatan panik, mukanya pucat, kami menanyakan keadaannya tapi dia hanya menjawab “ayo kita pulang aku sudah tidak tahan lagi berada disini” jelas kami kaget, masa orang yang paling bersemangat diantara kami tiba-tiba bersikap seperi itu. Tapi kami tetap melanjutkan pencarian tapi melihat keadaan teman kami, kami mulai khawatir. Kami lalu cepat-cepat pulang dan langsung melihat hasil rekaman kami. Kami melihat baik-baik rekaman kami dan temanku secara spontan berteriak “jangan putar jangan!” kami kaget dan kami berusaha untuk menenangkannya.
Temanku yang menonton hasil rekaman tiba-tiba memanggil kami “Oy bro, coba kalian lihat sini!” kami cepat-cepat menuruti panggilannya. Dia memperlihatkan kepada kami hasil rekaman dengan tangannya yang gemetar seakan sedang dilanda ketakutan. kami melihat hasil rekaman kami dan dengan cepat ekspresi kami berubah dari yang saking bangganya karena merasa telah mendapatkan hasil menjadi pucat masam. Sesosok makhluk berbaju putih dengan rambut terurai panjang dan tanpa wajah tampak di rekaman kami.
Sekian pengalaman saya semoga dapat membuat anda terinspirasi dan hanya satu nasihat saya jangan lakukan ini jika anda belum cukup berani dan memiliki iman yang kuat. Saya mewakili seluruh para kru Pemburu Onitu mengucapkan terima kasih dan jika anda tertarik dengan Pemburu Onitu silahkan anda bergabung di grup kami di Facebook yakni Pemburu Onitu.

Selengkapnya......

Jendral-jendral 3 Kerajaan

Posted by Wisnu Trafalgar Kategori: ,

Jendral-jendral 3 Kerajaan

Cáo Pī yang secara formal dikenal sebagai Kaisar Wen dari (Cao) Wei, atau juga dikenal dengan nama Zihuan, lahir di Distrik Qiao, Wilayah Pei.. Dia adalah anak kedua dari politisi dan pengarang Tiongkok pada zaman Tiga Kerajaan yang terkenal, Cao Cao, dan juga pencetus pertama kekaisaran Tiongkok bersatu dan juga pendiri asli Kerajaan Wei..

Xiahou Dun adalah jendral perang negara Wei.. Ia masih berkerabat dengan Cao Cao karena ayahnya diadopsi oleh keluarga Cao.. Ia terkenal dengan panggilan Si Buta Xiahou karena sebelah matanya buta setelah terluka dalam satu pertempuran di tahun 198, ketika ia sedang melawan Lu Bu mata kirinya tertancap panah, kemudian ia memakan matanya sendiri..

Xiahou Yuan adalah salah satu jendral perang negara Wei pada zaman Tiga Negara.. Xiahou Yuan adalah abang sepupu dari Xiahou Dun.. Xiahou Yuan terbunuh dalam pertempuran di gunung Dingjun melawan Jendral dari negara Shu, Huang Zhong pada tahun 219.. Xiahou Yuan terkenal akan kemampuan memanah dan berkuda.. Lu Bu bernama lengkap Lu Fengxian, lahir di Wuyuan adalah seorang jenderal terkenal dari penghujung zaman Dinasti Han dan Tiga Negara.. Lu Bu dengan ciri khas memakai penutup kepala dengan ekor, ia memiliki kuda yang sangat sakti bernama red hare.. Ia walaupun sangat lihai bertarung, namun juga adalah seorang yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisinya..

Zhuge Liang adalah seorang ahli strategi Tiongkok yang terkenal.. Ia adalah ahli strategi bagi Liu Bei.. Ia bernama lengkap Zhuge Kongming, juga dikenal sebagai Cukat Liang di kalangan Tionghoa Indonesia..

Cao Cao.. merupakan seorang tokoh Zaman Tiga Negara yang terkenal.. Ia dikenal sebagai pemikir ulung, ahli strategi dan juga ahli perang. Ia bernama lengkap Cao Mengde, juga dipanggil sebagai Cao A Man yang merupakan nama kecilnya.. Ia lahir di kota Qiao.. Karir politiknya dimulai dengan ikut memadamkan Pemberontakan Serban Kuning yang mengancam legitimasi Dinasti Han di masa-masa akhir dinasti tersebut..

Fa Zheng Pada awalnya dia bekerja untuk Liu Zhang, namun dia tidak bersinar karena Liu Zhang tidak bisa menilai kemampuan seseorang. Setelah Liu Bei mendapatkan daerah Shu, dia bekerja sebagai penasihat utama Shu-Han. Kemampuannya dibuktikan saat dia berhasil mengalahkan pasukan Wei dan merebut Han Zhong
by : Herry Gunawan
Zhao Yun (168-229), bernama lengkap Zhao Zilong, yang berarti anak naga, lahir di Zhending, propinsi Chang shan (sekarang Hebei, China bagian utara). Zhao Yun dikenal sebagai satu diantara lima jendral harimau yang mengabdi kepada Liu Bei.
Zhao Yun awalnya menjadi jendral dari Gongsun Zan yang berkuasa di daerah tersebut sekitar akhir tahun 191 M. Ia mengawali karirnya sebagai komandan grup kecil relawan desa. Pada tahun 192 M, ia ditempatkan dibawah komando Liu Bei sebagai komandan pasukan kavaleri, yang waktu itu masih menjadi mayor di bawah pemerintahan Gongsun Zan.
Zhao Yun pergi meninggalkan Gongsun Zan dan Liu Bei sementara waktu, untuk menghadiri pemakaman kakak laki-lakinya. Ia kembali bergabung dengan Liu Bei pada tahun 200 M. Hubungan Zhao Yun dan Liu Bei begitu baik, sehingga menurut cerita rakyat, mereka pernah tidur di tempat tidur yang sama, pada saat darurat di kota Ye. Zhao Yun juga dipercaya untuk merekrut orang secara diam diam untuk memperkuat pasukan Liu Bei. Sejak itulah, Zhao Yun menjadi pengikut setia Liu Bei. Setelah Gongsun Zan wafat, Zhao Yun tetap mengabdi pada Liu Bei karena ia melihat kebaikan Liu Bei yang begitu mendalam. Sewaktu pertempuran di Chang Ban (sekarang, dekat kota Yichang, Propinsi Hebei), pada tahun 208 M, Zhao Yun diutus untuk menyelamatkan istri dan anak Liu Bei, Liu Chan yang masih bayi. Ketika Zhao Yun sampai di sana, istri Liu Bei tidak mau membebani Zhao Yun, karena jalan kembalinya sangat berbahaya. Maka Zhao Yun membawa sendiri anak Liu Bei dengan mengendarai kudanya, dan menerobos kepungan pasukan Cao Cao yang jumlahnya sangat banyak, dengan berani Zhao Yun mempertaruhkan nyawanya selama perjalanan kembali dengan menembus dan mengalahkan banyak pasukan Cao Cao dengan seorang diri. Zhao Yun dikenal sebagai jendral Yijun, setelah Liu Bei menguasai Cheng du. Pada saat Liu Chan dinobatkan menjadi kaisar Shu pada tahun 223 M, Zhao Yun menerima gelar "Jendral yang menahlukkan Daerah Selatan", dan dinobatkan sebagai Marquis Yongchangting. Kemudian dia dipromosikan menjadi "Jendral yang memelihara Perdamaian di Timur".
Tahun 227 M, Zhao Yun, dikenal sebagai jendral tanpa tanding di Shu, ditemani Zhuge Liang melakukan ekspedisi utara pertama menuju Hanzhong. Pada musim semi berikutnya, Zhao diperintahkan untuk memimpin barisan melalui Yegu, untuk mengalihkan perhatian musuh terhadap pasukan inti Liu Bei, yang berbaris melalui Qishan. Zhao Yun bertemu pasukan Wei yang dipimpin oleh jendral Cao Zhen yang terkenal. Setelah berhasil menahan gempuran serangan pasukan Wei, Zhao Yun menarik pasukannya secara teratur. Ia dikaruniai gelar "jendral yang memelihara Perdamaian Dalam Armada".
Sekitar tahun 229 M, Zhao Yun wafat di Hanzhong. Kematiannya ditangisi oleh banyak pasukan dan perwira Shu. Ia menerima anugrah anumerta Marquis Shunping dari Liu Chan pada tahun 261 M. Zhao Yun mempunyai dua orang anak laki-laki, Zhao Tong dan Zhao Guang. Zhao Guang menjadi bawahan jendral Jiang Wei, dan gugur di medan pertempuran di Ta Zhong
by : Marry Paris Watson
Zhou Yu (Hanzi: 周瑜, 175-210 M) adalah penasehat militer Tiongkok yang pertama dan terpenting dari Wu di Zaman Tiga Negara. Ia bernama lengkap Zhou Gong Jin, ia adalah anak seorang bangsawan dari daerah Lujiang. Di dalam Kisah Tiga Negara, ia dideskripsikan sebagai seorang tampan yang cakap dalam hal kemiliteran dan kenegaraan.
Saat Sun Jian berkuasa di wilayah Changsha, ia bertemu dengan Sun Ce, anak pertama dari Sun Jian. Mereka belajar bersama dan bersahabat karib hingga akhirnya bersumpah-saudara. Setelah itu karena paman Zhou Yu, Zhou Shang diangkat menjadi Gubernur Danyang, Zhou Yu pindah ke sana dan mengabdi kepada Yuan Shu.
Sun Ce yang menggantikan ayahnya yang meninggal ketika ia berumur 17 tahun (Sun Jian meninggal tahun 192), mulai menunjukkan kebolehannya pada tahun 194. Ia meminjam 3000 prajurit dari Yuan Shu dengan jaminan cap kekaisaran warisan ayahnya (Sun Jian menemukannya saat berada di Luo Yang, setelah peperangan di Gerbang Hulao), kemudian menuju ke daerah Wu. Zhou Yu, yang mendengar berita ini, langsung saja bergabung dengan Sun Ce sebagai ahli strategi dan membantunya mengalahkan Liu Yong, Yan Baihu, dan Wang Lang sehingga berhasil merebut kota Mo Ling (selanjutnya diganti menjadi Jian Ye oleh Sun Ce), Wu, dan Hui Ji serta mendapatkan Jendral baru yan sangat berkualitas yaitu Taishi Ci, semua dituntaskan hanya dalam waktu yang sangat singkat. Atas keberhasilan ini Sun Ce mendapat julukan "Little Conquerror" dan Zhou Yu mendapat julukan "Young Gentleman Handsome Zhou".
Tahun 199, Sun Ce dan Zhou Yu berhasil menumpas Liu Xun, sehingga memperluas wilayah kekuasaan. Pada sekitar tahun ini jugalah Sun Ce dan Zhou Yu menikahi Two Qiaos, anak Qiao Xuan seorang pintar dan kritikus. Sun Ce menikahi anak sulung Da Qiao dan Zhou Yu menikahi anak bungsu Xiao Qiao. Mereka berdua adalah wanita yang terkenal akan kecantikannya. Dari pernikahan ini Zhou Yu mempunyai 3 anak, 2 anak laki-laki Zhou Xun dan Zhou Yin dan 1 anak perempuan Zhou Ying.
Pada tahun 200 M, Sun Ce wafat dan digantikan oleh adiknya, Sun Quan, yang masih sangat muda, saat itu umurnya baru 18 tahun. Atas wasiat dari Sun Ce yang berisi "masalah dalam negeri diskusikan dengan Zhang Zhao dan masalah luar negeri diskusikan dengan Zhou Yu", maka Zhou Yu memegang kekuasaan militer dan Zhang Zhao mengurusi masalah domestik. Hal ini menunjukkan loyalitas Zhou Yu yang sangat tinggi karena sebenarnya calon kuat penerus Sun Ce adalah Zhou Yu sendiri, tetapi dia lebih memilih mengabdi kepada Sun Quan dan tidak memikirkan kekuasaan.
by : Marry Paris Watson
Deng ai, Seorang jendral dari wei yang pemberani dan ahli strategi dalam peperangan. Dia merupakan saingan terberat Jiang Wei, terbukti dengan berhasilnya deng ai menahan setiap serangan yang dilakukan oleh Jiang Wei. Pada akhirnya bersama dengan Zhong Hui, dia berhasil membuat kaisar Liu Chan (Shu) menyerah.
Lu Xun, Jendral Wu pada zaman tiga kerajaan. Lu Xun mulai bersinar sejak Lu Meng merekomendasikan dirinya kepada Sun Quan setelah keberhasilannya menginvansi Jing Zhou bersama Lu Meng. Pada akhirnya Lu Xun menjadi komandan tertinggi Wu dan berhasil memenangkan pertempuran di Yi Ling yang menyebabkan kekalahan telak pada kubu Liu Bei
by : Herry Gunawan
Lü Bu (Hanzi: 呂布; baca: Luî Pù) (153 – 198), nama lengkap Lü Fengxian, lahir di Wuyuan (sekarang di wilayah Mongolia Dalam) adalah seorang jenderal terkenal dari penghujung zaman Dinasti Han dan Tiga Negara.Lu Bu dengan ciri khas memakai penutup kepala dengan ekor, ia memiliki kuda yang sangat sakti bernama red hare
Ia walaupun sangat lihai bertarung, namun juga adalah seorang yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisinya. Lü Bu pertama kali mengabdi kepada Ding Yuan, yang kemudian berkomplot bersama He Jin untuk membunuh para menteri istana sepeninggal Kaisar Lingdi dan naik pangkat menjadi letnan jenderal.
Lü Bu kemudian termakan hasutan Dong Zhuo untuk membunuh Ding Yuan. Setelah Dong Zhuo mengangkat diri sebagai perdana menteri, ia kemudian menjadikan Lü Bu sebagai anak angkatnya dan panglima perang kekaisaran. Karena sifat Dong Zhuo yang tidak sabar dan bertemperamen kasar, Lü Bu akhirnya membunuh Dong Zhuo setelah dihasut oleh salah satu menteri istana, Wang Yun. Setelah kematian Dong Zhuo, Lü Bu lalu diangkat sebagai panglima besar kekaisaran. Di dalam catatan sejarah, Lü Bu diceritakan menjalin hubungan gelap dengan seorang dayang-dayang Dong Zhuo yang tidak disebutkan namanya. Di dalam Kisah Tiga Negara, karakter ini menjadi Diao Chan, yang juga diangkat sebagai anak oleh Dong Zhuo.
Hanya sebulan setelah kematian Dong Zhuo, bawahannya, Li Jue memimpin pasukan menyerang dan mengusir Lü Bu dari ibukota. Lü Bu kemudian melarikan diri dalam pengasingan, mencari perlindungan kepada Yuan Shu, yang menolak untuk menerimanya, lalu Yuan Shao, Zhang Miao dan Liu Bei.
Ia akhirnya menyusun kekuatan di Xiapi, di mana ia sering terlibat pertempuran dengan Cao Cao. Tahun 198, Cao Cao menyerang Xiapi dan memukul mundur pasukan Lü Bu terus menerus serta akhirnya mengepung pasukan Lü Bu selama 3 bulan. Lü Bu dengan moral pasukan yang rendah diperparah dengan pengkhianatan bawahannya, Hou Cheng, Song Xian dan Wei Xu. Lü Bu tertangkap oleh Cao Cao dan memohon kepadanya agar melepaskannya. Namun Liu Bei mengingatkan Cao Cao bahwa Lü Bu tidak dapat dipercaya dan membiarkannya hidup sangat berbahaya. Lü Bu kemudian dicekik sampai mati oleh Cao Cao.
by : Vikko Agarian
Side Story, Cerita lain di balik para Jenderal :
Guan Ping (Hanzi Sederhana: 关平; pinyin: Guān Píng; ?–219) adalah anak pertama jenderal militer Tiongkok abad ke-3, Guan Yu. Pada maza Zaman Tiga Negara, ia menduduki jabatan militer dalam Shu Han. Tidak banyak yang diketahui mengenai Guan Ping kecuali bahwa ia dan ayahnya ditangkap di sebelah barat Maicheng (麦城, terletak di sebelah tenggara Dangyang, Hubei pada masa kini) oleh pasukan Wu Timur pada tahun 219 dan segera dieksekusi. Menurut buku Kisah Tiga Negara, Guan Ping adalah anak angkat Guan Yu, di mana ia diadopsi pada usia 17 tahun setelah diminta oleh ayahnya sendiri untuk membantu Guan Yu.
by : Marry Paris Watson
Da Qiao dan Xiao Qiao (Hanzi: 大喬小喬) adalah dua bersaudara di Zaman Tiga Negara di Tiongkok kuno yang merupakan anak perempuan dari Qiao Xuan dan terkenal akan kecantikannya pada Zaman Tiongkok dulu. Nama mereka tidak berhasil diketahui kecuali marga mereka yaitu Qiao, sehingga mereka hanya disebut Da Qiao dan Xiao Qiao, dimana Da adalah "besar" dan Xiao berarti "kecil" dalam bahasa Mandarin.
Da Qiao menikah dengan Sun Ce, panglima perang dan pemimpin negara Wu. Mereka menikah dan mempunyai 2 orang anak kandung dan 1 anak angkat yang bernama Sun Shao. 2 anak kandungnya adalah perempuan yang kemudian dinikahkan dengan Zhu Ji dan Lu Xun. Adik Da Qiao yaitu Xiao Qiao menikah dengan Zhou Yu dan mempunyai 3 orang anak yaitu Zhou Xun, Zhou Yin, dan Zhou Ying.
Kedua Qiao disebut saat pertempuran tebing merah. Zhuge Liang memanipulasi cerita kepada Zhou Yu bahwa salah satu tujuan Cao Cao menyerang adalah merebut kedua Qiao bersaudara untuk dirinya, karena kecantikan kedua Qiao telah melegenda.
by : Marry Paris Watson
Diaochan (Hanzi: 貂蟬), kadang ditulis sebagai Diao Chan Dikatakan kecantikan Diao Chan dapat membuat awan-awan menutupi bulan purnama. Maksudnya kecantikan DiaoChan menutupi kecantikan bulan purnama. Diao Chan adalah pelayan Wang Yun yang telah dianggap seperti anak kandung sendiri. Wang Yun lalu memakai siasat wanita cantik dengan persetujuan Diao Chan sendiri untuk memecah belah Dong Zhuo yang saat itu berkuasa sewenang-wenang dengan Lu Bu, panglima andalan sekaligus anak angkat Dong Zhuo snediri. Secara lengkap, kisah Diao Chan diceritakan dalam San Guo Yan Yi.
Nama Diao Chan sendiri tidak tercatat di dalam sejarah tertulis dan sangat mungkin merupakan cerita rakyat yang dibakukan dalam novel San Guo Yan Yi hasil karya Luo Guanzhong. Dalam sejarah tertulis memang tercatat bahwa Lu Bu memiliki hubungan perselingkuhan dengan pelayan Dong Zhuo, namun tidak ada bukti bahwa nama pelayan itu Diao Chan. Bahkan sangat mungkin tidak, karena nama Diao tidak umum dipakai sebagai nama keluarga. Lagipula "Diao Chan" mungkin merujuk ke bulu ekor "Diao" / sable (sejenis musang yang bulunya sering dijadikan perlengkapan pakaian) dan dekorasi giok berbentuk "Chan" / cicada (jengkerik / tenggerek) yang merupakan hiasan topi pejabat era Han.
by : Marry Paris Watson
Ma Chao (Hanzi:馬超),bernama lengkap Ma Mengqi (馬孟起), putra tertua dari Ma Teng, seorang jendral pada Zaman Tiga Negara.
Ma Chao (Mengqi) adalah orang asli Fufeng dari Maoling. Ayahnya (Ma Teng) rekan dari Bian Zhang dan Han Sui di daerah Xizhou pada akhir masa pemerintahan Han Ling Di.
Pada tahun ketiga ChuPing (192 M), Han Sui dan Ma Teng membawa pengikutnya dalam kunjungan resmi ke Chang An. Kekaisaran Han mengangkat Han Sui sebagai Zhen Xi Jiangjun (Jendral yang Mempertahankan Wilayah Barat), ditempatkan di Jing Cheng. Ma Teng diangkat sebagai Zheng Xi Jiangjun (Jendral yang Menguasai Wilayah Barat) dan ditempatkan di Tun Mei.
Selanjutnya, Ma Teng menyerang Chang An, tetapi ia gagal dan mundur ke propinsi Liang. Zhong Yao yang menjaga Guanzhong mengirim surat kepada Han Sui dan Ma Teng menawarkan bantuan. Ma Chao dikirim Ma Teng untuk membantu Zhong Yao melawan Guo Yan dan Gao Gan di Ping Yang. Dalam pertempuran tersebut, Pang De, anak buah Ma Chao berhasil membunuh Guo Yuan. Ma Teng, yang kemudian berselisih dengan Han Sui, mengirim petisi untuk ditempatkan di ibukota. Ma Teng dianugerahi gelar Weiwei (Komandan Penjaga Istana), sedangkan Ma Chao digelari Bian Jiangjun (Letnan Jendral) serta Marquis Duting.
Ma Chao mengumpulkan pasukan bersama Han Sui, Yang Qiu, Li Kan dan Cheng Yi untuk menyerang gerbang Tong. Di tengah medan tempur, Cao Cao bertemu Han Sui dan Ma Chao untuk berunding daripada berperang. Ma Chao ingin menunjukkan keperkasaannya dengan merencanakan menangkap Cao Cao secara mendadak. Hanya tatapan tajam Xu Chu sebagai pengawal pribadi Cao Cao yang mengurungkan niat Ma Chao. Selanjutnya Cao Cao menggunakan strategi Jia Xu untuk menciptakan perselisihan antara Ma Chao dan Han Sui yang mengakibatkan persekutuan mereka terpecah.

Ma Chao melarikan diri dari pengejaran Cao Cao sampai ke An Ding. Yang Fu menyatakan bahwa Cao Cao pernah berkomentar "Ma Chao memiliki keberanian seperti Lu Bu dan Han Xin, dan juga kesungguhan hati bangsa Qiang dan Hun. Jika dia kembali dengan pasukan pada saat pertahanan kita lemah, semua pangkalan tentara di Long Shang akan jatuh ke tangan Ma Chao." Komentar tersebut menjadi kenyataan. Walaupun Long Shang telah memperkuat pertahanan, Ma Chao mampu membunuh gubernur provinsi Liang, Wei Kang dan menjadikan kota Yi sebagai pangkalannya.
Ma Chao menggelari dirinya Zheng Xi Jiangjun (Jendral yang Menguasai Wilayah Barat) dan menjadi gubernur provinsi Bing dan mengatur urusan militer di provinsi Liang. Mantan anak buah Wei Kang seperti Yang Fu, Jiang Yi, Liang Kuan dan Zhao Qu bersekutu untuk mengalahkan Ma Chao. Yang Fu dan Jiang Yi mendekati pasukan Ma Chao dari kota Lu saat Ma Chao berusaha menyerang mereka tetapi menemui kegagalan. Di saat yang bersamaan, Liang Kuan dan Zhao Qu menutup pintu kota Yi, menghalangi Ma Chao untuk kembali. Ma Chao terpaksa mengungsi ke Hanzhong, tempat Zhang Lu berkuasa. Zhang Lu tidak memiliki kemampuan untuk membantu rencana Ma Chao untuk merebut kembali kota Yi. Ketika mendengar Liu Bei telah mengurung Liu Zhang di kota Chengdu, ia menulis surat yang menunjukkan keinginan untuk bergabung dengan tentara Liu Bei.
Liu Bei mengirim beberapa pengikut untuk meminta Ma Chao agar segera bergabung dalam pengepungan Chengdu. Setibanya Ma Chao di luar kota Cheng Du, seluruh kota menjadi panik dan tak lama kemudian Liu Zhang menyerah. Ma Chao diangkat menjadi Ping Xi Jiangjun (Jendral yang Menentramkan Wilayah Barat) dan ditempatkan di daerah sekitar Ju. Ketika Liu Bei menjadi pangeran Hanzhong, dia memberi Ma Chao gelar semu Zuo Jiangjun (Jendral Pasukan Kiri). Pada tahun pertama Zhangwu (221 M), Ma Chao diangkat menjadi Biao Qi Jiangjun (Jendral Kavaleri yang Tangkas), gubernur provinsi Liang, serta Marquis Xi Liang.
Pidato Liu Bei mengatakan "Saya bukan seorang yang bijak dan baik, hanya mewarisi kehormatan dari nenek moyang saya. Cao Cao dan putra-putranya akan diingat dan disegani atas dosa dan kejahatan mereka sampai ke seluruh Tiongkok bahkan oleh bangsa Di dan Qiang. Anda (Ma Chao) adalah junjungan bangsa Utara dan keberanian Anda kekal dikenang di sana, bahkan mereka bersedia bertempur bersama Anda melalui jarak ribuan mil untuk melawan kejahatan. Anda diharapkan untuk mempersatukan mereka ke dalam budaya bangsa Han dan berlaku adil dalam memberikan balas jasa dan hukuman yang sepantasnya."
Pada tahun kedua, Ma Chao meninggal pada usia 47 tahun. Sebelum wafatnya, dia mengajukan permohonan, isinya: "Hamba pernah memiliki dua ratus orang di seluruh keluarga hamba, tetapi hampir semuanya dibunuh oleh Meng De (Cao Cao), kecuali adik sepupu saya, Ma Dai. Dia satu-satunya yang tersisa untuk melanjutkan garis keturunan keluarga, maka dari hati yang terdalam, hamba menitipkannya kepada Yang Mulia (Liu Bei) dan tak ada penyesalan dalam diri hamba." Ma Chao mendapat gelar anumerta Marquis Yue Wei dan putranya, Ma Cheng menggantikannya. Ma Dai diangkat menjadi Ping Bei Jiangjun {Jendral yang Menentramkan Wilayah Utara} dan digelari Marquis Chen Cang. Putri Ma Chao dinikahkan dengan Pangeran Anping, Liu Li.

Selengkapnya......